Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad adalah peristiwa perjalanan
Rasulullah SAW pada suatu malam, yaitu dari Masjidil Haram di Makkah menuju
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, lantas berlanjut hingga ke langit ke-7 dan
Sidratulmuntaha. Peristiwa Isra Miraj terjadi sebelum Nabi hijrah ke Madinah
(Yatsrib).
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad terjadi dalam waktu kurang
dari semalam. Namun, ada banyak pengalaman fisik dan spiritual dialami oleh
Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi'raj, terutama ketika Nabi Muhammad SAW
menerima perintah sholat 5 waktu dari Allah Subahanahu Wa Ta'ala.
Kisah Isra Miraj terekam di dalam Al-Quran,
terutama Surah Al-Isra dan Surah An-Najm, serta sejumlah hadist shahih. Dalil
Peristiwa Isra Mi'raj salah satunya terdapat di dalam Surah Al Isra ayat 1
berikut ini:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ
لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Bacaan latin Surah Al Isra ayat 1: "Subḥānal-lażī
asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā
ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u)."
Arti Surah Al Isra ayat 1: "Maha Suci
(Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari
dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar
Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya
Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad
SAW
Sejarah Isro' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW
menggambarkan salah satu peristiwa paling istimewa di masa hidup Rasulullah.
Kisah Isra Miraj tak hanya menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah Subhanahu Wa
Taala. Peristiwa Isra Miraj sekaligus menegaskan keistimewaan kedudukan
Nabi Muhammad SAW di hadapan Allah SWT.
Kata Isra secara bahasa artinya perjalanan malam.
Secara istilah dalam Islam, arti Isra adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW
melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Baitul Maqdis di Yerusalam.
Jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 kilometer
yang pada sekitar 621 Masehi normalnya ditempuh dengan perjalanan kuda atau
unta sekitar sebulan. Namun, Nabi Muhammad SAW mencapainya hanya dalam waktu
beberapa saat saja.
Sementara itu, arti mi'raj secara bahasa adalah
kenaikan. Adapun arti Mi'raj dalam Islam ialah peristiwa ketika Nabi Muhammad
meneruskan perjalanan dari Baitul Maqdis di Yerusalem untuk naik ke atas serta melalui
7 langit hingga sampai ke Sidratul Muntaha.
Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW berlangsung
dalam waktu kurang dari semalam, dimulai dari selepas Rasulullah melaksanakan
sholat malam dan berakhir sebelum terbit fajar. Pada malam 27 Rajab itu, Nabi
Muhammad sudah kembali lagi ke Makkah setelah perjalanan Isra Miraj sebelum
waktu subuh.
Saat melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Baitul
Maqdis hingga sampai ke Sidratulmuntaha di ujung langit ke-7, Nabi Muhammad
ditemani oleh malaikat
Jibril. Sidratulmuntaha merupakan tempat paling tinggi dan paling
akhir di atas langit ketujuh yang dikunjungi Nabi Muhammad SAW ketika mikraj.
Sidratul Muntaha sekaligus simbol puncak pengetahuan yang paling
mungkin dicapai oleh makhluk. Di Surah An Najm ayat 16-17, pengalaman
Rasulullah di Sidratulmutaha digambarkan sebagai berikut:
"(Nabi
Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang
melingkupinya," [QS An Najm: 16]. "Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak
menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya)," [QS An
Najm: 16].
Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari
Allah Subhanahu Wa Taala berupa kewajiban melaksanakan sholat 5 waktu dalam
sehari semalam bagi beliau dan umat Islam.
Awalnya, kewajiban umat Nabi Muhammad untuk melaksanakan sholat
dalam sehari semalam berjumlah 50 kali sehari. Namun, ketika Rasulullah turun
dari Sidratul Muntaha, Nabi
Musa As mengingatkan beliau bahwa jumlah tersebut terlalu banyak.
Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad meminta keringanan
kepada Allah SWT, hingga tersisa 5 kali sholat fardhu dalam sehari semalam.
Setelah Allah SWT meringankan perintahnya menjadi sholat
5 waktu saja dalam sehari semalam, Nabi Muhammad enggan memohon
keringanan lagi sekalipun Nabi Musa menyarankannya.
Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dapat diketahui dari sejumlah
ayat Al-Quran dan hadits. Surah Al-Isra ayat 1 dan Surat An Najm ayat
12-17 beserta sejumlah hadits shahih menegaskan bahwa kisah Isra Miraj Nabi
Muhammad SAW benar-benar terjadi. Sejumlah hadits tentang Isra Mi'raj itu
merupakan hadits
mutawatir, dan ada sekitar 16 sahabat yang meriwayatkannya.
Hanya saja, terdapat satu hal terkait asal-usul
Isra Miraj yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Perbedaan
pendapat para ulama itu terkait dengan kapan peristiwa Isra Miraj terjadi.
Menukil artikel karya M Alvin Nur Choironi di
laman nu.or.id, setidaknya ada 8 pendapat ulama tentang kapan
peristiwa Isra Miraj terjadi, yakni sebagai berikut:
- Pada 27 rajab tahun ke-10 kenabian
(pendapat yang populer hingga kini).
- Pada bulan Muharram tahun ke-13 kenabian
(14 bulan sebelum Nabi hijrah ke Madinah).
- Pada bulan Ramadhan tahun ke-12 kenabian.
- Pada 27 Rabiul Akhir setahun sebelum Nabi
hijrah (pendapat Al-Harby).
- Pada bulan Zulkaidah, 19 bulan sebelum
Nabi hijrah ke Madinah (pendapat As-Sadi).
- Pada bulan Rabiul Awal tahun ke-13
kenabian (pendapat Az-Zuhri)
- Pada tahun kelima kenabian (didukung oleh
An-Nawawi dan Al-Qurthuby)
- Pada tahun kedua kenabian.
Kesamaaan yang ada di antara pendapat-pendapat itu
adalah peristiwa Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad diangkat jadi
Rasululllah dan sebelum beliau hijrah ke Madinah. Adapun perbedaan muncul
karena ada variasi gaya penghitungan yang beragam dalam menentukan waktu
terjadinya Isra Miraj.
Kronologi Peristiwa Isra Mi'raj
Nabi Muhammad SAW
Di luar persoalan tanggal, kronologi peristiwa Isra
Miraj terdokumentasi dalam banyak hadits. Peristiwa Isra Miraj bahkan
tergambarkan dengan detail dari awal sampai akhir di hadits-hadits tersebut.
Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW lengkap dari
awal sampai akhir dapat ditemukan di dalam hadits riwayat Anas bin Malik yang
telah diuji kualitas sanadnya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Dalam hadits itu, terdapat cerita perjalanan Isra
Miraj Nabi Muhammad SAW dari mulai awal berangkat hingga menerima perintah
sholat 5 waktu, termasuk dialog Rasulullah dengan Nabi Musa As sebelum meminta
keringanan pada Allah SWT.
Seturut sejumlah riwayat, pada malam terjadinya
Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW sedang bermalam di rumah Hindun binti Abu
Thalib, sepupu beliau yang dikenal dengan nama Ummu
Hani.
Setelah tidur sejenak, Nabi terjaga dan mengunjungi
Ka'bah. Di sana, beliau mengantuk hingga terlelap. Malaikat Jibril kemudian
mendatangi Nabi Muhammad. Jibril lantas mengantarkan Nabi untuk melakukan
perjalanan menuju Baitul Maqdis di Yerusalem dengan mengendarai Buraq.
Al-Qur’an tidak menjelaskan detail Buraq, meskipun
kata ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 20. Detail tentang Buraq
tergambar dalam hadits riwayat Anas bin Malik.
Di hadits itu, Rasulullah SAW menggambarkan bahwa
Buraq, "binatang putih yang lebih besar dari himar dan lebih kecil dari
bighal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata," (HR Ahmad).
Bigal dalam hadits ini maksudnya adalah hewan hasil kawin silang kuda dan
keledai.
Secara garis besar, kronologi kisah perjalanan Isra
Mi'raj lengkap sebagai berikut:
1.
Suatu malam, Jibril mendatangi
Nabi Muhammad yang sedang berada di Masjidil Haram.
2.
Usai melaksanakan sholat malam,
Nabi Muhammad mengalami semacam 'pembedahan'.
3.
Pembedahan itu dilakukan dari
atas dada sampai bawah perut Nabi Muhammad.
4.
Perut Nabi Muhammad dicuci
dengan air zamzam dan diisi dengan hikmah dan iman.
5.
Dikawal Jibril, Nabi Muhammad
naik Buraq menuju Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis di Yerusalem).
6.
Di Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad
melakukan sholat sunnah 2 rakaat.
7.
Rasulullah SAW menjadi imam
sholat bagi semua Nabi dan Rasul yang hadir di Baitul Maqdis.
8.
Nabi Muhammad diberi 3 gelas
dengan isi berbeda-beda, yatu khamr, susu, dan air putih. Beliau memilih susu,
yang disebut oleh Jibril sebagai memilih fitrah atau agama Islam.
9.
Dengan dikawal oleh Jibril, Nabi
Muhammad berangkat dari Masjidil Aqsa menuju langit 1-7 hingga sampai ke
Sidratul Muntaha.
10.Di langit 1 sampai 7, Nabi
Muhammad bertemu dengan sejumlah Nabi dan Rasul sebelum beliau.
11. Rasulullah SAW bertemu Nabi Adam
di langit pertama.
12.Rasulullah SAW bertemu Nabi Isa
dan Yahya di langit kedua.
13.Rasulullah SAW bertemu Nabi
Yusuf di langit ketiga.
14.Rasulullah SAW bertemu Nabi
Idris di langit keempat.
15.Rasulullah SAW bertemu Nabi
Harun di langit kelima.
16. Rasulullah SAW bertemu Nabi Musa
di langit keenam.
17. Rasulullah SAW bertemu Nabi
Ibrahim di langit ketujuh.
18. Saat sampai di Sidratul Muntaha,
Nabi Muhammad SAW melihat wujud asli malaikat Jibril.
19. Di Sidratul Muntaha, Nabi
Muhammad SAW menghadap Allah Subahanu Wa Taala.
20. Di Sidratul Muntaha, Nabi
Muhammad menerima perintah sholat fardu 5 waktu dari Allah SWT.
21. Selanjutnya, Nabi Muhammad
kembali ke Makkah melalui Baitul Maqdis.
22. Nabi Muhammad sudah sampai
kembali ke Makkah sebelum waktu shubuh.
Kitab Qishshah Mi'rajin Nabi karya
Syekh Najmudin Al Ghoidzi menerangkan bahwa dalam perjalanan dari Ka'bah ke
Baitul Maqdis, Nabi Muhammad mengalami perhentian beberapa kali, yaitu di
Madinah, dekat Sajarah Musa, tempat Nabi Musa berteduh saat diburu Raja Firaun,
Bukit Sinai, hingga Betlehem tempat kelahiran Nabi Isa.
Beberapa peristiwa lain yang dialami oleh Nabi
Muhammad dalam perjalanan Isra Miraj adalah sebagai berikut:
- Nabi melihat sekelompok orang yang
bercocok tanam, lantas langsung memanen hasilnya. Ini adalah gambaran umat
yang berjihad fi sabilillah.
- Nabi mencium aroma harum Masyitoh, yang
memegang teguh keyakinannya kepada Allah, meski ia dan anak-anaknya
dihukum dengan dimasukkan ke dalam penggorengan oleh Firaun.
- Nabi bertemu pula dengan sekelompok orang
yang yang memukul kepala dengan palu hingga pecah, lantas kepala itu utuh
kembali dan dipukuli lagi. Ini gambaran orang yang malas atau meninggalkan
salat maktubah (salat wajib).
- Nabi melintasi sekelompok orang yang
hanya mengenakan pakaian untuk menutupi kemaluan dan memakan tumbuhan
berduri. Mereka adalah gambaran umat yang enggan berzakat meski sudah
waktunya.
- Nabi bertemu orang yang memakan daging
busuk, sebagai perumpamaan orang yang berzina.
- Nabi bertemu sekelompok orang yang
berenang di sungai darah dan dilempari batu-batu. Mereka adalah gambaran
orang yang memakan harta riba.
- Nabi melihat orang-orang yang
mengumpulkan kayu bakar, mengikat dan memanggulnya, tetapi beban kayu
bertambah. Mereka adalah umat yang banyak mengambil tanggungan.
- Nabi melintasi orang yang saling
mengguntingi lidah dan bibir dengan gunting besi. Ini gambaran ahli
fitnah.
- Nabi melihat kaum yang mencakar wajah
dengan kuku tembaga, gambaran orang yang gemar mengumpat dan menyebarkan
aib.
- Nabi melihat wanita yang memakai
perhiasan serba indah, yang merupakan gambaran dunia yang bisa melalaikan
orang dari akhirat. Kelak akan ada perwujudan lain, wanita itu menjadi tua
renta, yang menandakan betapa dekatnya dunia menuju hari kiamat.
Ada banyak pelajaran serta hikmah dalam peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Isra Mi'raj adalah bukti bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui segalanya tanpa
batas.
Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sekaligus
gambaran dari insan kamil (manusia sempurna) yang mencapai titik penghambaan
mutlak kepada Tuhannya.
tirto.id - Pendidikan
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Addi M Idhom
0 Komentar